Saturday, 11 June 2011

not with me

Aku duduk diatas kursi di stasiun. Hatiku tidak tenang, dan terus berdebar seolah-olah aku hendak mengantarkanmu ke medan perang.



3 tahun sudah berlalu dengan cepat, dan aku masih menunggumu disini.
Apa kabarmu disana?
Mampukah kamu mengingatku?



Dengan kemeja lengan panjang hitam, celana jeans model pipa dan tas ransel hitam, aku memuaskan mataku untuk melihatmu secara dekat sebelum kita terpisah.
Aku memelukmu erat, seolah aku tau kau akan pergi selamanya.

Tetes airmata berjatuhan begitu saja. Mungkin ia sudah berkoordinasi dengan takdir.
Aku hanya sanggup memelukmu tanpa berkata sepatah katapun. Memelukmu, memegang tanganmu, memotret wajahmu dalam ingatan dan hatiku.

Mengingat-ingat setiap kenangan yang sudah kita lewati bersama. Mengingat setiap perjuangan kita untuk meraih mimpi kita.

Aku melangkah berjalan mengikuti langkahmu. Menghantarkanmu ke tempat duduk, dan menciummu. Melambaikan tangan saat kereta sudah berjalan. Aku tak sanggup melihat kepergianmu. Tak sanggup...

Tak sanggup lagi ketika kabar itu sampai ditelingaku. Kepergianmu tanpa pamit. Kepergianmu yang tiba-tiba.

Teriakan, tangisan meluap. Aku tenggelam dalam jeritan malam. Masih tidak percaya bahwa kau benar-benar meninggalkanku disini. Sendiri.

Kamu tega!! Taukah kamu bahwa aku selalu menginginkan kita hidup bersama sampai kakek nenek, tapi, mengapa kau mengkhianati aku? mengapa kau pergi begitu saja?? Bisakah kau kembali, menjemputku? aku menunggumu!! aku menunggu disini. tapi kenapa kamu tidak pernah datang??

Mencoba lari dari kenyataan tetapi aku tidak bisa. Takdir sudah terjadi.
Kehidupanku harus terus berlanjut. Dan aku masih disini, menunggumu kembali, menjemputku :)

No comments:

Post a Comment