Wednesday, 24 August 2011

get your own best

Pernah suatu kali saya membaca sebuah novel karya Agnes Jessica dengan judul Ungu. Kalau tidak salah. Hahaha.. disana mencritakan bahwa ada anak kembar yang salah satu dari mereka diculik oleh seorang ibu yang sudah lama menginginkan anak tapi belum di beri. Sehingga ia menculik salah satu dari kembar itu. Hingga setelah dewasa, ibu itu menjadikannya seorang pelacur.

Dalam cerita itu Agnes Jessica menuliskan dengan indah menurut saya, dia memberi banyak semangat hidup bagi mereka yang membacanya. Wanita tersebut sebenarnya sangat tidak mau menjadi seorang pelacur, siapa juga yang mau. Tapi karena kebutuhan ekonomi yang mendesak, ia akirnya menuruti juga menjadi seorang pelacur. Tapi tidak sekedar pelacur yang hanya bisa bahasa ranjang. Tapi ia meminta mucikari yang tidak lain adalah pamannya sendiri untuk membiayai sekolah kepribadian dan bahasa inggris. Ia tidak hanya mau sekedar melacur, tapi ia ingin memberikan yang terbaik untuk “klien” nya. Terbaik dari sikap, pendidikan, cara berpikir, dan semua yang ia bisa lakukan, ia akan berusaha untuk memberikan yang terbaik sekalipun menjadi seorang pelacur. Hingga akirnya ia menjadi pelacur termahal di tempat itu.

1 hal yang saya rubah adalah mindset saya. Selama 22 tahun saya hidup, saya sering membuat atau melakukan sesuatu secara tidak focus. Misalnya saja saya punya bakat bermain basket. Jika saja saya mau focus terhadap olahraga itu, pasti saya juga bisa ikut tim basket nasional dan mungkin saya bisa mendapatkan beasiswa karena olahraga itu. Jika saja saya mau focus terhadap dance, saya pasti juga tidak berada disini sekarang.

Tapi Tuhan mengijinkan 22 tahun itu saya pelajari sekarang, untuk saya menjadi lebih dewasa. Sejak membaca novel tersebut, walau sekedar novel, tapi itu membuat mindset saya untuk berpikir lebih maju. Yaitu lakukan lah yang terbaik selagi kamu hidup. Jadilah yang terbaik. Kalau gelar terbaik bisa kita raih, baik saja ga akan pernah cukup.

Sunday, 14 August 2011

lonely time in my boarding house



is try to makeup my self like Gaga's style in her Bad Romance. but i feel like im Korean. zzzzzzzzz....



another experiment is Gaga's style at her VC in Pocker face but i dont think so. i feel like UNO Face. aaaaaaa....

Sunday, 7 August 2011

Utamakan Selamat :D

Saya merupakan penggemar makan tempe. Apalagi sejak hidup di kosan. Makanan favorit kalo jajan pasti tempe penyet. Entah malem, pagi atau siang pasti makan tempe. Hahaha..

Sampai suatu saat, saya mengalami kesakitan ditangan kanan. Seperti pegal2 gitu. Kadang sakit kalau gerak. Dan itu ternyata penyakit asam urat. Gila. umur saya aja baru 20 tahun sudah terkena asam urat. Zzzzz..

Setelah saya pelajari ternyata penyebab asam urat adalah makanan seperti tempe, tahu, kacang2an. What the hell is going on.. Akirnya dengan sangat terpaksa saya mengurangi dan menjauhi makanan tersebut. Mulai lah lama kelamaan keadaan saya membaik. Cukup lama sekitar 6bulan saya tidak makan tempe dan sebangsanya. Hiks.. tetapi setelah itu saya mulai mengatur jadwal untuk makan tempe dan alhasil hasilnya pun luar biasa. Sampai sekarang saya tidak ada masalah dengan asam urat. Hehehe..

Begitu juga dengan kehidupan. Ada pepatah mengatakan, “jangan terlalu dekat ketika berteman karena mereka yang terdekatlah yang akan menyakiti kita.” Seperti cinta, ketika kita sudah cinta mati dengan seseorang, orang itu juga akan menyakiti kita.

Hey man.. this is life. Kita bakal merasa tersakiti dengan orang-orang yang berada dekat dengan kita. Ini bukan berarti saya menganjurkan untuk tidak bersahabat apalagi berpacaran ya. Tentu tidak. Tetapi kejadian asam urat tadi saya ambil segi positifnya saja.

Ketika kita mengetahui bahwa “hal” yang kita sukai akan menyakiti kita, kita harus pintar-pintar bermain. Bagaimana cara mengatur sesuatu hal yang kita sukai untuk tidak mencelakai kita sendiri. Seperti slogan biscuit ternama yaitu, “Utamakan Selamat” hehehe (biscuit lagi)

Sebenarnya perasaan sakit itu mendatangkan hal positif bagi kita. Karena apa, karena kita bisa belajar dan bisa mencegah gimana caranya supaya kita ga sakit lagi. Gimana kita harus pintar mengikuti setiap “aturan permainan” supaya kita ga “kalah” lagi. Lagian sakit itu juga mendatangkan kebaikan buat kita sendiri. Yaitu kita bisa menyesuaikan diri dengan hal-hal yang kita sukai. Dengan rasa sakit itu pula kita manusia bisa lahir. Makanya, kalau ga sakit, ga hidup. Hahahhaa…

Friday, 5 August 2011

5 keping Oreo

Rabu malam teman ku dari Salatiga mendatangiku ke kos. Ia akan ada jadwal interview dengan user Polytron Kudus. Dia membawakanku Oreo. Aku lupa memakannya. Di saat menganggur seperti ini oreo memberiku inspirasi.

Sabtu pertama dalam hidupku aku berada sendirian di kota asing Kudus. Menikmati oreo dan mengevaluasi apa saja yang sudah terjadi dalam hidupku selama di Kudus.

Kudus benar-benar kota asing bagiku dan lebih asing lagi ketika aku berada di kos-kosan dengan 4 orang lelaki asing. Aku melamun sambil terus makan oreo. Aku belum mengenal semua lelaki itu hanya 1 yang aku sering sapa. Ada orang magelang bernama Anton. Hanya sering berpapasan saja jadi sering menyapa. kalo sama yang lain paling Cuma senyam senyum belum berani kenalan. Hahhahaha..

Sudah 9 hari aku hidup bersama lelaki asing itu. Aku harus berbagi kamar mandi, wc, dan tv. Tv ada di depan kamarku dan aku terbiasa nonton tv dengan teman2 kosku cewek tp sekarang harus dengan lelaki. Mending tv, kalau kamar mandi. Dimana biasa aku luluran, berlama2an di kamar mandi, sekarang tidak bisa lagi. Harus antri, dan tidak enak kalau lama2. Bayangkan lagi mengoleskan lulur tiba2 kamar mandi diketok. Mending kalau dikosan cewek, kalaupun diketok keluar dr kamar mandi dengan masih keadaan luluran ga masalah. Lhah ini diantara lelaki-lelaki mana bisa. hahahhaa…

Menyuci pakaian dalam aja aku harus mencari jadwal dimana mereka sibuk dan pulang malam ke kos. kalaupun mereka ada dan aku mau jemur, pasti aku tutup2in dengan tanktop tanktop sehingga ga keliatan seronok dan berwarna. Hahhahaa..

Itulah kesan pertama selama seminggu di Kudus Semarak. Happy afternoon :)