Pernah suatu kali saya membaca sebuah novel karya Agnes Jessica dengan judul Ungu. Kalau tidak salah. Hahaha.. disana mencritakan bahwa ada anak kembar yang salah satu dari mereka diculik oleh seorang ibu yang sudah lama menginginkan anak tapi belum di beri. Sehingga ia menculik salah satu dari kembar itu. Hingga setelah dewasa, ibu itu menjadikannya seorang pelacur.
Dalam cerita itu Agnes Jessica menuliskan dengan indah menurut saya, dia memberi banyak semangat hidup bagi mereka yang membacanya. Wanita tersebut sebenarnya sangat tidak mau menjadi seorang pelacur, siapa juga yang mau. Tapi karena kebutuhan ekonomi yang mendesak, ia akirnya menuruti juga menjadi seorang pelacur. Tapi tidak sekedar pelacur yang hanya bisa bahasa ranjang. Tapi ia meminta mucikari yang tidak lain adalah pamannya sendiri untuk membiayai sekolah kepribadian dan bahasa inggris. Ia tidak hanya mau sekedar melacur, tapi ia ingin memberikan yang terbaik untuk “klien” nya. Terbaik dari sikap, pendidikan, cara berpikir, dan semua yang ia bisa lakukan, ia akan berusaha untuk memberikan yang terbaik sekalipun menjadi seorang pelacur. Hingga akirnya ia menjadi pelacur termahal di tempat itu.
1 hal yang saya rubah adalah mindset saya. Selama 22 tahun saya hidup, saya sering membuat atau melakukan sesuatu secara tidak focus. Misalnya saja saya punya bakat bermain basket. Jika saja saya mau focus terhadap olahraga itu, pasti saya juga bisa ikut tim basket nasional dan mungkin saya bisa mendapatkan beasiswa karena olahraga itu. Jika saja saya mau focus terhadap dance, saya pasti juga tidak berada disini sekarang.
Tapi Tuhan mengijinkan 22 tahun itu saya pelajari sekarang, untuk saya menjadi lebih dewasa. Sejak membaca novel tersebut, walau sekedar novel, tapi itu membuat mindset saya untuk berpikir lebih maju. Yaitu lakukan lah yang terbaik selagi kamu hidup. Jadilah yang terbaik. Kalau gelar terbaik bisa kita raih, baik saja ga akan pernah cukup.
No comments:
Post a Comment